IMM Fakultas Agama Islam UAD

Melawan Kapitalisme Sebagian dari Iman

Proses Kesalahan, Deviasi, dan Konvergensi Dalam Pemikiran Politik Islam

 

(Sebuah tulisan dari Kalim Sidiqqui)

diadaptasi  dan diterjemahkan secara bebas dari sini

bukhara merupakan biarawan yang tinggal di Basra. Abu Thalib, paman nabi, membawa Muhammad pada umur 12 tahun ke siam dalam perjalanan dagang. di sanalah kemudian bukhara mengakui tanda kenabian yang ada pada Muhammad. sebagaimana yang telah disebutkan dalam sumber-sumber agama Kristen. Bukhara kemudian menasehati pamannya agar tidak membawa Muhammad terlalu jauh ke dalam Siam, karena ditakutkan bangsa Yahudi akan mengetahuinya dan akan mencoba untuk membahayakan keselamatannya. beberapa tahun kemudian, seorang Kristiani lainnya, Waraqah Ibnu Naufal, sepupu istri Nabi, Khadijah juga mengakui tanda kenabian ketika pengalaman pertama Muhammad di gua hira, juga memberikan peringatan yang sama.

Baik Bukhara maupun Waraqah mengetahui bahwa Muhammad merupakan nabi yang dijanjikan. tapi mereka berdua mengetahui pemahaman tentang sejarah melalui agama mereka, Kristen. Mereka tahu bahwa akan muncul seorang nabi, tapi mereka tidak tahu kapan dan dimana. Mereka mengetahui bagaimana parahnya kondisi jahiliyah yang membutuhkan kedatangan seorang nabi. Bukhara dan Waraqah mempercayai sumber-sumber kristen yang bahkan pada masa mereka, tidak dapat dipercaya. sekarang setelah 14 abad penurunan al-Qur’an sebagai wahyu Allah yang terakhir, juga setelah kedatangan nabi terakhir, seharusnya lebih mudah mengetahui tanda-tanda yang membayang pada peristiwa-peristiwa saat ini maupun yang akan datang.

sejauh mana kita melakukannya secara akurat, itu semua tergantung pada pemahaman kita terhadap kerangka sejarah Islam. sebagai contoh, kita mungkin tidak tahu kapan Allah Swt menciptakan Adam, Nabi pertama, namun kita bisa menduga bahwa diantara Adam, nabi pertama dan Muhammad, Nabi terakhir, mungkin ada sebanyak 124.000 nabi lainnya . Poin penting yang dapat kita ambil dari hal ini adalah bahwa Allah Swt jelas sekali telah memberikan perhatian yang sangat besar dan mempersiapkan dunia dalam waktu yang sangat lama untuk menyambut kedatangan Nabi terakhir serta penyempurnaan wahyu-Nya. hal ini tidak bisa terjadi dalam waktu sekitar 1400 tahun atau kira-kira sebelum akhir dari dunia ini.

Hal ini kemudian menimbulkan pertanyaan lain: jika waktu yang lama sebelum penyempurnaan Islam hanyalah merupakan “masa persiapan”, lantas bagaimana kita menjelaskan waktu 1400 tahun setelahnya? ke-jahiliyyahan sebelum Islam mungkin tidak akan mampu untuk menjelaskan kepada manusia akibat yang akan ditimbulkan dari penyimpangan terhadap Islam.

Pandangan sejarah yang harus dimiliki oleh umat muslim tentunya berfokus pada hari akhir yang akan pasti akan tiba. Akan tetapi, waktunya hanya diketahui oleh Allah Swt. Dia tidak pernah memberikan pengetahuan ini pada siapapun, bahkan kepada nabi sekalipun. sehingga tidak akan berarti bagi kita untuk berspekulasi mengenai hal ini. oleh karena itu kita harus mengingat bahwa 1400 tahun tahun setelah penyempurnaan kenabian dan wahyu. Islam belum membentuk dunia yang sesuai dengan idealnya, yaitu berdasarkan hukum Allah terhadap dunia dan segala yang ada di dalamnya. Barangkali pandangan yang lebih realistis bahwa sekalipun Islam sebagai pesan dan model yang telah disempurnakan 1400 tahun yang lalu, namun usaha primer dari sejarah, yaitu membawa umat manusia kepada Islam, belumlah selesai.

Penyimpangan (Deviasi) dari Islam terjadi dalam dua hal. Penyimpangan pertama, merupakan penyimpangan  yang tidak pernah memasuki Islam, memilih untuk menentang Islam serta membangun peradaban dan kebudayaan sendiri yang kufur dan jahiliyah. saat ini kebudayaan dan peradaban tersebut diwakili oleh Peradaban Barat. Peradaban ini telah mengglobal dan memiliki banyak sub-kultur non-Barat, seperti china, jepang, dan india. Juga termasuk beberapa sisa peninggalan tradisi keagamaan, seperti Kristen pada Post-Renaisans, Zionis Yahudi, dan Hinduisme Militan, yang berusaha untuk menghilangkan dan menolak Islam. yang terakhir merupakan umat Islam yang berada (pernah berada)* di bawah dominasi kolonialisme, dan serta merta menerima sekularisme sebagai jalan hidup. mereka mewakili semua golongan yang berkuasa di dalam masyarakat Islam pada saat ini, kecuali Iran Pasca Revolusi. Deviasi dalam Islam yang kedua berasal dari Islam sendiri. penyimpangan ini dipelopori oleh Ulama, dari berbagai mahzab pemikiran, yang apapun alasannya telah menerima dan melegitimasi sistem politik, sosial, kebudayaan, dan sistem lainnya yang tidak pernah dapat berkompromi dengan al-Qur’an dan Sunnah Nabi SAW. Contoh penyimpangan ini adalah penyimpangan teologi yang dapat kita temui dimana-mana.

 

(to be continue…)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: