IMM Fakultas Agama Islam UAD

Melawan Kapitalisme Sebagian dari Iman

BERANI

Posted by immfaiuad pada Februari 12, 2009

Berani……

“Takut gagal adalah gagal yang sejati. Takut mati adalah mati sebelum mati. hidup itu ialah gerak dan gerak itu ialah maju, berjuang dan naik, jatuh dan naik lagi. kita tidak tahu apa yang terjadi besok, sebab itu tidak ada tempo yang boleh terbuang. sebagai bangsa, dahulu kita berjuang mengusir penjajahan setelah merdeka kita berjuang mempertahankan kemerdekaan, dan setelah diakui kemerdekaan itu kita berjuang mengisinya, supaya bangsa dan negara kita berdiri, dan hidup terus. apalagi kesulitan tidak lagi, apabila kita sudah puas saja dengan apa yang ada, artinya matilah negara kita dan kita sendiri” (Hamka, Pribadi : Bulan Bintang)

” Tidaklah bernama berani orang yang senantiasa mengadukan nasibnya kepada orang lain. sebab cita-cita dan pengharapan akan zaman depan, dan keyakinan akan menang, itulah perkarayang menguatkan ruh insan untuk berjalan terus. itulah yang membesarkan himmah dan cita. Apalagi perjuangan itu diselenggarakan dengan akal, dengan hati dan dengan tangan”(Hamka; Pribadi:Bulan Bintang)

Di atas adalah beberapa nasehat dari Buya Hamka tentang “berani” memang keberanian itu tidak sembarangan berani akan tetapi diiringi oleh akal dan hati. apakah kita berani mumukul orang sudah dikatakan berani atau ikut bertempur di medan perang sudah dapat dikatakan berani? pada zaman Rasulullah saw sahabat pernah bertanya:tentang peperang yang paling besar Nabi saw menjawab, bahwa peperangan yang paling besar adalah melawan hawa nafsu.

Apakah kita berani melawan hawa nafsu, yang apabila hati nurani mengatakan lain dan hawa nafsu mengatakan lain mana yang hendak kita pilih? Hamka juga menerangkan dalam Tasawwuf Modern:

 ” Hawa membawa sesat dan tidak berpedoman dan Akal menjadi pedoman menuju keutamaan. Hawa jalannya mudah, tetapi berakibat bahaya dan akal jalannya sukar tetapi akibatnya baik, Sebab itu jika kita menghadapi dua perkara, hendaklah dipilih barang yang sukar mebgerjakannya tetapi akibatnya baik.”

Rasulullah bersabda ” Diramaikan syurga dengan barang yang berat mengerjakan dan diramaikan neraka dengan Syahwat” ( H.R. bukhari dan Muslim)

Namun bukan berarti Agama islam itu sulit, ini menunjukkan betapa beratnya melawan hawa nafsu tersebut, oleh karena itu marilah kita berhati-hati dalam melakukan sesuatu dengan pertimbangan akal yang sehat dan jernih.

Erizal (Kabid. Kader)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: