IMM Fakultas Agama Islam UAD

Melawan Kapitalisme Sebagian dari Iman

Beginikah nasib kami di PTM?

Posted by immfaiuad pada Mei 3, 2008

belum ada satu bulan menikmati sekretariat baru, sudah muncul lagi sosialisasi dari rektorat kalau seluruh bangunan dibagian utara kampus 1 UAD akan dibongkar semua. bangunan-bangunan yang selama ini digunakan oleh UKM, BEM, dan ORTOM akan dipakai untuk menempatkan material yang akan digunakan untuk membangun Gedung baru di bagian Timur Kampus.

menurut rencana, semua UKM dan IMM KORKOM akan dipindahkan ke kampus tiga. sementara sekeratariat POROS dan UKM lensa akan digunakan oleh teman-teman BEM F psikologi dan BEMF Ekonomi. Namun lagi-lagi ketidakadilan yang dilakukan Rektorat dalam mengambil kebijakan tetap terjadi pada situasi ini. BEM FAI, IMM FAI, dan IMM Psikologi (yang sebenarnya belum punya sekretariat) bahkan sampai saat ini belum dipikirkan mau diletakkan dimana.

sebenarnya sudah ada opsi dari BPH kalau IMM FAI dan Psikologi akan digabungkan dengan IMM ekonomi yang berada dipojok barat dekat tangga. Akan tetapi sekretariat sekecil itu dipakai untuk 3 komisariat? bandingkan saja dengan ruangan bapak-bapak dan ibu-ibu para petinggi kampus. besar ruangannya saja sama dengan luas satu sekretariat, padahal untuk satu orang. apakah ini adil ketika teman-teman IMM berusaha mati-matian untuk mempertahankan stabilitas dan dinamika pengkaderan di PTM hanya dihargai seperti itu.

sebenarnya kondisi itu tidak hanya terjadi di kampus 1. lihat saja, teman-teman di kampus 3 malah belum punya komisariat sama sekali di kampus 3. padahal di sana ada 4 Komisariat.

bukan kami mengatakan bahwa kami hanya mau berkerja bila kami mendapatkan fasilitas yang baik. akan tetapi kami hanya meminta apa yang menjadi hak kami. apalagi kita berurusan dengan masalah “rumah”. lucu sekali ketika kami diakui di rumah sendiri, lalu harus melakukan tugas tertentu, namun tidak mendapatkan kamar untuk tidur. orang tua mana yang mau membiarkan anaknya tidur di rumah orang setiap hari?

kami bukan pendukung status quo yang hanya merasa nyaman bila semua sudah tersedia apa adanya. kami hanya menginginkan sebuah keadilan yang seharusnya diperhatikan oleh pihak kampus. Universitas Ahmad Dahlan adalah Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah adalah organisasi yang legal di PTM. sudah merupakan hak kami jika kami harus difasilitasi. Fasilitas ini bukan demi kepentingan pribadi, namun demi keberlansungan gerak organisasi. kami sama sekali tidak pernah minta digaji, diberi pujian. Tapi bukan berarti ketika kami harus menerima apapun yang diputuskan oleh penguasa.

ini adalah salah satu contoh keegoisan pihak kampus terhadap mahasiswa. mahasiswa lebih sering diajak rembug untuk sosialisasi program mereka, bukan untuk bermusyawarah demi tercapainya mufakat. bukan sekali dua kali kami diperlakukan seperti ini. diperlakukan seperti anak-anak yang tidak tahu apa-apa tentang apa yang mereka pikirkan. seolah-olah kami tidak tahu mana yang baik dan mana yang buruk.

oleh karena itu. tidak ada lagi yang bisa ditoleransi ketika memang ini sudah merupakan bentuk penindasan. tidak ada kata yang tepat untuk diungkapkan kecuali, “LAWAN!!!”

Satu Tanggapan to “Beginikah nasib kami di PTM?”

  1. abu said

    Waduh2…!!!
    Yaa jama’ah, shalluu ‘alaa an-Nabii wa sallimuu tasliiman!
    Ishbiruu…! Huwa aqrabu li at-taqwaa…!
    emang sih, hak dan kewajiban itu harus ditunaikan secara adil dan seimbang.
    Ingat! Seburuk apapun pengaturan kebijakan PTM untuk kita, tapi mereka tetap ‘penguasa’ kita yang sah. Kita boleh membenci sikap mereka, TAPI jangan sampai sekali-kali kita mencabut tangan dari ketaatan kepada mereka dalam hal-hal yang makruf. Kalo toh tampak keburukan mereka, hiasilah perangai mereka dengan nasihat.
    Kalo hati mereka masih ‘hidup’, Insyaa Allah dengan nasihat itu bisa menjadi hidayah buat mereka.
    sekalipun kita ‘ditindas di negeri sendiri’, TAPI jangan lupa akan nasihat-Nya dalam Kalam-Nya. Tersebut dalam Surat an-Nisaa’ : 97 – 100. Mari kita HIJRAH!!! Pindah dari perangai buruk ke perangai yang selalu menjadi lebih baik…!
    Jangan lupa selalu mendoakan para pemimpin PTM kita semoga mereka selalu ditunjukkan-Nya jalan menuju hidayah sehingga senantiasa berjalan di atas manhaj yang benar, sebagaimana yang telah dilakukan oleh al-Imam Ahmad ibn Hanbal.
    Nah…, temen-temen udah doain mereka tiap usai shalat belum nie…? Hehehe……………..
    n_n

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: