IMM Fakultas Agama Islam UAD

Melawan Kapitalisme Sebagian dari Iman

Refleksi Akhir Tahun Baru Masjid Gedhe Kauman Jogjakarta

Posted by immfaiuad pada Januari 6, 2008

kauman-serambi.jpg

Refleksi Akhir Tahun Baru Masjid Gedhe Kauman Jogjakarta

    Seperti biasa, 31 Januari malam hari setiap tahun, ada prosesi di Masjid Gedhe Kauman yang sayang untuk dilewatkan bagi para aktivis. Begitu juga 31 Januari 2007 tadi malam, seperti biasa, ratusan jamaah memadati serambi Masjid Gedhe Kauman untuk menghadiri ceramah Refleksi Tahun 2007 dengan pembicara langganan: Amien Rais. Beliau datang sekitar jam 21.00 WIB, yang langsung memberikan pidato, setelah pembicara pertama, Dr. Muhammad, merampungkan ceramahnya.

   Kami tiba di Masjid setelah pukul 20.30. Meski tidak mengikuti keseluruhan alur pembicaraan Dr. Muhammad, namun ada beberapa pernyataan beliau yang ingin kami kutip di sini. Beliau melakukan kritik terhadap Kapitalisme, khususnya tentang bunga bank, yang jelas merupakan riba yang diharamkan dalam Islam. Selain itu, Kapitalisme juga meniscayakan dan atau melahirkan individualisme.

   Seperti yang sudah diduga oleh salah seorang anggota PP IRM ketika kami mampir sebentar di kantornya, Amien Rais menyampaikan pidato yang kurang lebih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, yang intinya: “Negeri kita tak lagi merdeka.” Wajar jika Amien menyampaikan hal itu berulang-ulang, sebab sampai sekarang, kondisi negeri yang sudah tidak merdeka lagi ini memang tidak bergeser, bahkan semakin tidak merdeka.

   Diiringi musik-musik hedon di luaran, Amien mulai memaparkan bobrok negeri ini satu per satu. Disebutkannya, negeri ini sudah “didol-dol, dijual-wal” kepada asing. Pemimpin negeri ini memiliki mental budak, mental kacung. Berbagai bukti dikemukakannya. Ketika penjahat perang George W. Bush datang ke Indonesia, penguasa negeri ini sibuk mengadakan penyambutan berlebih-lebihan.

   Kebijakan tentang pengelolaan sumber daya alam sepenuhnya untuk keuntungan asing di atas penderitaan pribumi. Kasus-kasus klasik yang tetap saja memperhatinkan disebutkan: tragedi Freeport, monopoli ExxonMobile-Oil atas blok Cepu, dan lain-lain. Di bidang pertanian, investor asing diperkenankan memiliki saham sampai 95 persen, dan sebagainya.

   Amien juga menyinggung persoalan DCA, yang sekali lagi menunjukkan mental kacung penguasa negeri ini. Dalam perjanjian kerjasama militer Indonesia-Singapura itu, Singapura diperbolehkan ‘perang-perangan’ baik di darat, laut, maupun udara, di empat wilayah teritorial Indonesia yang sudah ditentukan. Lebih jauh, Singapura nantinya juga boleh melibatkan pihak ketiga dalam latihan perang yang dilakukannya; termasuk dengan AS ataupun Israel.

  Ada beberapa ayat Alquran yang sempat disinggung oleh Amien dalam kesempatan itu. Di antaranya adalah kisah tentang orang-orang yang berbuat kerusakan tetapi menyangka melakukannya untuk kemaslahatan, al-Hadîd [57]: 16, serta kisah Nabi Yunus. (SA)

Satu Tanggapan to “Refleksi Akhir Tahun Baru Masjid Gedhe Kauman Jogjakarta”

  1. […] ke ruang publik. Serasa tidak mau ketinggalan, partai politik A dan B, ormas C dan D, pebisnis, para politisi, kelompok penggiat masyarakat dan lain lain pun melakukan hal serupa. Para tokoh politik […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: