IMM Fakultas Agama Islam UAD

Melawan Kapitalisme Sebagian dari Iman

TAFSIR AYAT ISTIKHLAF (Dalam al-Nukt wa al-‘Uyûn karya Imam al-Mâwardî)

Posted by immfaiuad pada Desember 31, 2007

TAFSIR AYAT ISTIKHLAF
(Dalam al-Nukt wa al-‘Uyûn karya Imam al-Mâwardî)

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الأرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ (٥٥)
“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, Maka mereka itulah orang-orang yang fasik.”

Firman Allâh:

{wa’ada Allâhu alladzîna âmanû minkum wa ‘amilû al-shâlihâti layastakhlifannahum fî al-ardh} terdapat dua pernyataan:

  1. Pertama,yaitu bumi Makkah, sebab kaum Muhajirin meminta hal itu kepada Allah. Al-Nuqâsy menyatakannya.
  2. Kedua, negeri Arab dan non-Arab. Ibnu ‘Îsâ menyatakannya.

Salîm Ibnu ‘Âmir meriwayatkan dari Miqdâm Ibnu al-Aswad berkata:

“Aku mendengar Rasûlullâh shallallâhu ‘alayhi wa sallam berasabda: ‘Tidak tertinggal di atas bumi rumah dari batu, tidak pula dari madar tanah liat, tidak pula dari wabar kulit hewan’ kecuali Allah memasukkan kalimat Islam ke dalamnya dengan kemuliaan semulia-mulianya atau kehinaan sehina-hinanya. Apabila Dia memuliakan mereka, Dia menjadikan mereka pemeluk Islam…

{kamâ –stakhlafa alladzîna min qablihim} terdapat dua pernyataan:

  1. pertama, bermakna Bani Israel di bumi Syam.
  2. kedua, Dâwud dan Sulaimân.

{walayumakkinanna lahum dînahum alladzî –rtadhâ lahum} yaitu agama Islam dan kedudukannya yang mengalahkan seluruh agama.

{walayubaddilannahum min ba’di khawfihim amnâ} karena mereka dahulu diperintah, sekarang mereka memerintah, dahulu mereka dikuasai, sekarang mereka menguasai.

{ya’budûnanî lâ yusyrikûna bî syay`â} terdapat empat bentuk penafsiran:

  1. pertama, tidak menyembah Ilâh selain-Ku. Dikemukakan oleh al-Nuqâsy.
  2. kedua, tidak riya terhadap siapapun dalam beribadah lepada-Ku
  3. ketiga, tidak takut kepada selain Aku. Ibnu ‘Abbâs menyatakannya.
  4. Keempat, tidak mencintai selain Aku. Mujâhid menyatakannya.

Al-Dhahhâk berkata: ayat ini mengenai khalifah yang empat:

  • Abû Bakr,
  • ‘Umar, ‘
  • Utsmân, dan
  • ‘Alî radhiyallâhu ‘anhum.

Mereka adalah Imam yang diberi petunjuk. Nabi -shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Khilafah setelahku adalah tiga puluh tahun.’

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: