IMM Fakultas Agama Islam UAD

Melawan Kapitalisme Sebagian dari Iman

kapitalisme, sosialisme, dan masyarakat islam

Posted by immfaiuad pada Desember 21, 2007

Kapitalisme, Sosialisme, dan Masyarakat Islam

Pendahuluan

Islam adalah sebuah agama yang lengkap dan unik. karenanya, Islam memiliki cita-cita kemasyarakatan yang berbeda dengan paham-paham lain yang ada di dunia. Tulisan ini tidak hendak menjelaskan secara sempurna cita-cita kemasyarakatan Islam, namun hanya sekedar ingin melakukan tabligh, bahwa Islam tidak sudi dengan kehadiran sosialisme maupun kapitalisme.

Sosialisme; Musuh yang Harus Diwaspadai

Sosialisme merupakan sebuah paham yang diklaim berdasarkan pada prinsip solidaritas dan memperjuangkan masyarakat egalitarian, yang dengan sistem ekonomi, menurut mereka, dapat melayani masyarakat banyak, ketimbang hanya segelintir elite. (www.id.wikipedia.org).

Sosialisme memiliki banyak varian, di antaranya anarkisme, revisionisme, syndicalisme, sampai komunisme. Pada kenyataannya, sosialisme kemudian identik dengan komunisme. Komunisme sendiri didasarkan pada pemikiran-pemikiran Karl Marx. Ketika disebut sosialisme, maka yang dimaksud adalah komunisme. Karena komunisme lah varian yang paling dominan di antara varian sosialisme lain. Demikian juga dalam tulisn ini, sosialisme yang dimaksud tidak lain adalah komunisme.

Komunisme sebenarnya merupakan paham ekonomi yang menghendaki pemerataan kekayaan secara menyeluruh kepada rakyat. Ide komunisme pernah diwujudkan oleh Partai Sosialis Demokrat di Rusia dan berhasil menjadi kekuatan berskala dunia serta aktif melakukan penyebaran ideologi ke seluruh dunia.

Indonesia pernah mengenal Partai Komunis Indonesia (PKI); sebuah partai yang dikenal secara luas dalam menebarkan teror terhadap lawan-lawan politiknya, terutama kaum beragama. PKI, dikenal sebgai musuh kaum muslimin.
Permusuhan antara Islam dan Komunisme, bagaimana pun tidak dapat dilepaskan dari perbedaan yang sangat tajam antara akidah Islam dan komunisme. Islam adalah ajaran yang meyakini adanya Tuhan, sementara komunisme tidak dapat dipisahkan dari paham tidak bertuhan (ateis). dibawah fahaman komunis, Ateisme menjadi satu dogma yang wajib diikuti orang setiap warga negara komunis. (www.indonesian.irib.ir, 11 Mei 2007)

Sosialisme; Anak Haram Kapitalisme

Telah diakui secara nyata bahwa sosialisme muncul dari rahim kapitalisme yang banyak menebarkan ketimpangan sosial-ekonomi. Tidak heran jika kemudian dikatakan bahwa sosialisme adalah anak haram kapitalisme. Sosialisme akan senantiasa muncul selama kapitalisme masih hidup. Itulah sebabnya, pembahasan-pembahasan sosialisme hampir selalu terkait dengan kapitalisme.

Namun tetap harus diakui bahwa sosialisme -dengan melihat perwujudannya yang paling sempurna, yaitu Uni Soviet- telah gagal mengeluarkan manusia dari kesengsaraan akibat kapitalisme. Sosialisme hanya berhasil memindahkan kesengsaraan akibat kapitalisme kepada kesengsaraan yang sangat parah di bawah rezim khas sosialisme; dikatatur proletariat.

Bagi kaum muslimin, pemerintahan sosialis telah membekaskan luka yang sangat mendalam. Di Rusia, saat Lenin dan keturunannya yang sosialis masih berjaya, segala ritual peribadatan adalah haram. Pasca-runtuhnya Soviet, banyak negeri-negeri Muslim bekas jajahan Soviet tidak mengenal lagi berapa jumlah rakaat shalat yang harus mereka lakukan. Bahkan, sampai saat ini, masih ada di antara negeri muslim di sana yang masih harus mengumpulkan keberanian yang sangat untuk sekedar menyelenggarakan shalat ‘Ied.

Kapitalisme; Musuh di Hadapan

Sebagaimana telah kami sebutkan sebelumnya, bahwa sosialisme adalah anak haram kapitalisme. Perbedaan yang paling mencolok secara faktual saat ini adalah bahwa kapitalisme sedang berjaya, sedangkan sosialisme sedang mati suri -tetapi kami berharap kematiaannya adalah selama-lamanya..

Di Indonesia, jika dikatakan bahwa sosialisme merupakan bahaya laten, maka sebenarnya kapitalisme adalah bahaya nyata yang tampak di depan mata. Kapitalisme, bagaimana pun, adalah musuh juga bagi umat Islam. Akidah kapitalisme nyata bertentangan dengan pemahaman kaum muslimin. Kapitalisme juga terbukti gagal mengangkat harkat manusia ke tingkat kemuliaan.

Kapitalisme telah sukses menjadikan seperlima orang terkaya di dunia mengkonsumsi 86 persen semua barang dan jasa, sementara 1/5 orang termiskin di dunia hanya mengkonsumsi kurang dari 1 persen barang dan jasa.
Pada tahun 1999, hasil penjualan dari 5 perusahaan raksasa (General Motors, Wal-Mart, ExxonMobil, Ford Motor, dan DaimlerChrysler) lebih besar dari GDP 182 negara.
Pada tahun 1997, 78 persen anak-anak di bawah usia lima tahun yang kekurangan gizi di negara-negara sedang berkembang sebenarnya hidup di negara-negara yang menglami surplus pangan.

Kapitalisme pula yang menyebabkan rakyat Indonesia hampir sama sekali tidak menikmati kekayaan alamnya sendiri karena hasil-hasil tambang justru lebih banyak diangkut ke luar negeri.

Kapitalismelah yang membuat moral manusia hancur-hancuran. Pamer aurat adalah hal biasa. Bahkan di kampus-kampus yang didirikan untuk tujuan pendidika keagamaan.
Dan masih segunung lagi prestasi kejahatan kapitalisme.

Masyarakat Islam; Cita-Cita yang Hendak Dicapai

Dalam Anggaran Muhammadiyah disebutkan bahwa maksud dan tujuan Muhammadiyah adalah menjunjungan tinggi agama Islam sehingga tercipta masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Tentu, masyarakat Islam bukanlah masyarakat yang dipimpin oleh paham Sosialisme maupun Kapitalisme, melainkan sebuah masyarakat yang hanya menghamba kepada Allah semata dengan jalan mengikuti tuntunan yang telah digariskan dalam Alquran dan As-Sunnah ash-Shahihah. Marilah berlomba-lomba mewujudkannya.

2 Tanggapan to “kapitalisme, sosialisme, dan masyarakat islam”

  1. Anak Pilot said

    http://pesantrend.wordpress.com/2007/12/22/%e2%80%9c-para-pendukung-dan-para-pengikutnya-banya-berkeliaran-di-wordpresscom-dan-kepada-para-pengikutnya-saya-undang-anda-untuk-berkomentar-%e2%80%9c/#comment-111
    anda di undang disana !

  2. safina said

    islam adalah ideologi yang harus kita pegang=terapkan secara menyeluruh. penerapan islam sebagai ideologi tidak bisa tanpa institusi yakni khilafah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: