(Simpulan Sederhana dari Sebuah Tema dalam Buku “Wawasan Islam” Karya M. Amien Rais)
Dunia pada masa pasca-Perang Dunia II menyaksikan kompetisi dua sistem sosial-ekonomi, yaitu kapitalisme dan sosialisme. Dunia Islam menyaksikan hal itu dengan rasa inferior, seolah-olah tidak ada alternatif lain kecuali dua sistem tersebut. Sebagian penguasa negeri Islam seperti Suriah, Irak, Aljazair, serta Libya menganut sosialisme. Di lain pihak, negara-negara seperti Iran di zaman Syah, Saudi Arabia, Yordania, dan Maroko, misalnya, secara diam-diam, menerapkan kurang-lebih kapitalisme, atau barangkali lebih tepat “sistem ekonomi komprador” yang melayani kepentingan kapitalisme di pusat-pusat metropolis. Baca entri selengkapnya »
