Perlunya pemantapan dan strategi jitu untuk memperbaiki dinamika kaderisasi serta meningkatkan peran semua kader Ikatan tanpa kecuali
menjadi penting demi tercapainya tujuan bersama.
A. IMM dan Perkaderan
Perkaderan sebagai manifestasi untuk menjalankan roda kepemimpinan sangatlah penting manfaatnya bagi keberlangsungan tujuan bersama. Bagi suatu organisasi, regrenasi kepemimpinan yang sehat karena ditopang oleh keberadaan kader-kader yang qualified. Selain akan menjadikan organisasi bergerak dinamis, juga formasi kepemimpinannya akan segar dan energik. Keberadaan kader dengan kualifikasi dan kompetensinya seolah memanifestasikan sosok ciptaan Allah yang terbaik (khairul bariyyah) atau bagian dari umat yang terbaik (khairu ummah). Tetapi konsep umat yang terbaik bagi Islam merupakan tantangan dalam aktivisme sejarah, dan hal tersebut merupakan proses setiap individu ataupun kader Ikatan.
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dalam perjalanannya memang membutuhkan energi yang cukup besar untuk membuat Ikatan menjadi lebih dewasa dan sigap menanggapi segala problem yang ada terutama kaderisasi. Tolak ukur keberhasilan kemudian menjadi point penting yang diharapkan mampu mengatasi segala permasalahan kader yang menjadi inti penggerak Ikatan. Jika Ikatan tidak merancang dan menyiapkan para kadernya secara sistematis dan organisatoris, maka dapat dipastikan bahwa Ikatan sebagai organisasi akan menjadi stagnan dan tidak berkembang, sehingga tidak memiliki prospek yang jelas. Karena itu, Ikatan harus mempunyai konsep yang jelas, terencana dan sistematis dalam menyiapkan dan mengembangkan suatu sistem yang menjamin keberlangsungan transformasi dan regenerasi kader.
B. Draft Perkaderan
Perkaderan dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) memiliki peran yang penting dalam memaksimalkan peran-perannya baik sebagai ORTOM Muhammadiyah maupun sebagai gerakan mahasiswa. Dalam melakukan proses perkaderannya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah memiliki beberapa komponen yang mendasarinya, seperti Darul Arqam Dasar (DAD), Darul Arqam Madya (DAM), dan Darul Arqam Paripurna (DAP). Dan beberapa perkaderan fungsional, seperti Latihan Instruktur Dasar (LID), Latihan Instruktur Madya (LIM), dan Latihan Instruktur Nasional (LIN). Dari beberapa kompenen tersebut memiliki criteria tersendiri berdasarkan levelnya.
I. Perkaderan Utama
1. DAD
Bertujuan untuk melakukan proses perkaderan ditingkat dasar yang memfokuskan pada ranah komisariat, dan sasarannya adalah kader-kader baru. Dengan harapan dapat mewujudkan kader yang siap berperan dan menjadi pimpinan di level komisariat. Sedangkan, syarat – syarat yang harus dilakukan tidak banyak, kader hanya dituntut untuk berkomitmen, aktif dan mengikuti proses perkaderan.
2. DAM
Bertujuan mewujudkan kader yang siap di tingkat Cabang dan memiliki kemampuan tingkat Daerah. DAM, diharapkan melahirkan kader-kader intelektual yang mampu melakukan kritik-kritik baik social, ekonomi, politik, budaya dan lain-lain. Dengan perkaderan ini, proses kader sebagai pelopor perubahan lebih dioptimalkan, karena tuntutan diranah kedaerahan.
3. DAP
Bertujuan mewujudkan kader yang siap di tingkat Pusat dan memiliki kemampuan tingkat nasional. DAP, diharapkan mampu mewujudkan kader yang siap melakukan diaspora gerakan diberbagai ranah. Kader pada tahap ini sudah memiliki dasar keilmuan yang mantap, sehingga dengan DAP kader lebih luas pemahaman dan mampu melakukan perubahan dan perbaikan dalam sekup nasional.
II. Perkaderan Fungsional
1. LID
Perkaderan fungsional yang memfokuskan pada wilayah latihan Instruktur. Latihan ini dilakukan dengan maksud untuk mewujudkan kader yang siap melakukan perkaderan pada level komisariat. Dengan LID, kader mampu melakukan proses kaderisasi di level komisariat.
2. LIM
Latihan Instruktur Madya, memfokuskan perannya dilevel daerah. Dengan proses ini, diharapkan dapat mewujudkan Instruktur yang dapat melakukan proses perkaderan di tingkat daerah.
3. LIN
Perkaderan yang paling akhir dalam perkaderan fungsional adalah Latihan Instruktur Nasional, dengan latihan ini diharapkan mampu mewujudkan kader-kader yang siap melakukan perakderan ditingkat nasional.
Dari beberapa proses kaderisasi tersebut, seorang kader harus membekali diri dengan berbagai kemampuan seperti; ideologisasi, wawasan dan skill. Ketiga hal tersebut menjadi tolak ukur keberhasilan, selain peran-peran lainya.
C. Materi Perkaderan
Dalam melakukan perkaderan, IMM memiliki beberapa dasar pertimbangan dan pijakan yang menjadikan peran-peran materi, dan prinsip-prinsip metode lebih umum sehingga dapat digunakan dalam pengembangan perkaderan.
Materi-materi yang harus ada dalam setiap perkaderan:
1. Materi yang bersifat ideologis
2. Materi yang bersifat wawasan/ pengetahuan
3. Materi yang bersifat skill; keorganisasian dan kepemimpinan
4. Materi yang bersifat muatan lokal sesuai dengan kebutuhan
Metode perkaderan IMM dibangun atas dasar dan prinsip-prinsip:
1. Internalisasi ideologi
2. Orientasi visi dan misi
3. Pengembangan bakat dan minat kader
4. Aplikasi nilai-nilai/ etik
5. Proses akhlaq karimah |