IMM Fakultas Agama Islam UAD

Melawan Kapitalisme Sebagian dari Iman

Arsip untuk ‘pantau’ Kategori

Pengantar Sistem Perkaderan

Ditulis oleh immfaiuad di/pada Februari 26, 2009

                         Pengantar Sistem Perkaderan di IMM
 
Perlunya pemantapan dan strategi jitu  untuk memperbaiki dinamika kaderisasi serta meningkatkan peran semua kader Ikatan tanpa kecuali
menjadi penting demi tercapainya tujuan bersama.

A. IMM dan Perkaderan 
Perkaderan sebagai manifestasi untuk menjalankan roda kepemimpinan sangatlah penting manfaatnya bagi keberlangsungan tujuan bersama. Bagi suatu organisasi, regrenasi kepemimpinan yang sehat karena ditopang oleh keberadaan kader-kader yang qualified. Selain akan menjadikan organisasi bergerak dinamis, juga formasi kepemimpinannya akan segar dan energik. Keberadaan kader dengan kualifikasi dan kompetensinya seolah memanifestasikan sosok ciptaan Allah yang terbaik (khairul bariyyah) atau bagian dari umat yang terbaik (khairu ummah).  Tetapi konsep umat yang terbaik bagi Islam merupakan tantangan dalam aktivisme sejarah, dan hal tersebut merupakan proses setiap individu ataupun kader Ikatan.
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dalam perjalanannya memang membutuhkan energi yang cukup besar untuk membuat Ikatan menjadi lebih dewasa dan sigap menanggapi segala problem yang ada terutama kaderisasi. Tolak ukur keberhasilan kemudian menjadi point penting yang diharapkan mampu mengatasi segala permasalahan kader yang menjadi inti penggerak Ikatan. Jika Ikatan tidak merancang dan menyiapkan para kadernya secara sistematis dan organisatoris, maka dapat dipastikan bahwa Ikatan sebagai organisasi akan menjadi stagnan dan tidak berkembang, sehingga tidak memiliki prospek yang jelas. Karena itu, Ikatan harus mempunyai konsep yang jelas, terencana dan sistematis dalam menyiapkan dan mengembangkan suatu sistem yang menjamin keberlangsungan transformasi dan regenerasi kader.

B. Draft Perkaderan 
Perkaderan dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) memiliki peran yang penting dalam memaksimalkan peran-perannya baik sebagai ORTOM Muhammadiyah maupun sebagai gerakan mahasiswa. Dalam melakukan proses perkaderannya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah memiliki beberapa komponen yang mendasarinya, seperti Darul Arqam Dasar (DAD), Darul Arqam Madya (DAM), dan Darul Arqam Paripurna (DAP). Dan beberapa perkaderan fungsional, seperti Latihan Instruktur Dasar (LID), Latihan Instruktur Madya (LIM), dan Latihan Instruktur Nasional (LIN). Dari beberapa kompenen tersebut memiliki criteria tersendiri berdasarkan levelnya.

I. Perkaderan Utama
1.    DAD
Bertujuan untuk melakukan proses perkaderan ditingkat dasar yang memfokuskan pada ranah komisariat, dan sasarannya adalah kader-kader baru. Dengan harapan dapat mewujudkan kader yang siap berperan dan menjadi pimpinan di level komisariat. Sedangkan, syarat – syarat yang harus dilakukan tidak banyak, kader hanya dituntut untuk berkomitmen, aktif dan mengikuti proses perkaderan.

2.    DAM
Bertujuan mewujudkan kader yang siap di tingkat Cabang dan memiliki kemampuan tingkat Daerah. DAM, diharapkan melahirkan kader-kader intelektual yang mampu melakukan kritik-kritik baik social, ekonomi, politik, budaya dan lain-lain. Dengan perkaderan ini, proses kader sebagai pelopor perubahan lebih dioptimalkan, karena tuntutan diranah kedaerahan.

3.    DAP
Bertujuan mewujudkan kader yang siap di tingkat Pusat dan memiliki kemampuan tingkat nasional. DAP, diharapkan mampu mewujudkan kader yang siap melakukan diaspora gerakan diberbagai ranah. Kader pada tahap ini sudah memiliki dasar keilmuan yang mantap, sehingga dengan DAP kader lebih luas pemahaman dan mampu melakukan perubahan dan perbaikan dalam sekup nasional.

II. Perkaderan Fungsional

1.    LID
Perkaderan fungsional yang memfokuskan pada wilayah latihan Instruktur. Latihan ini dilakukan dengan maksud untuk mewujudkan kader yang siap melakukan perkaderan pada level komisariat. Dengan LID, kader mampu melakukan proses kaderisasi di level komisariat.

2.    LIM
Latihan Instruktur Madya, memfokuskan perannya dilevel daerah. Dengan proses ini, diharapkan dapat mewujudkan Instruktur yang dapat melakukan proses perkaderan di tingkat daerah.
 
3.    LIN
Perkaderan yang paling akhir dalam perkaderan fungsional adalah Latihan Instruktur Nasional, dengan latihan ini diharapkan mampu mewujudkan kader-kader yang siap melakukan perakderan ditingkat nasional.
Dari beberapa proses kaderisasi tersebut, seorang kader harus membekali diri dengan berbagai kemampuan seperti; ideologisasi, wawasan dan skill. Ketiga hal tersebut menjadi tolak ukur keberhasilan, selain peran-peran lainya.

C. Materi Perkaderan

Dalam melakukan perkaderan, IMM memiliki beberapa dasar pertimbangan dan pijakan yang menjadikan peran-peran materi, dan prinsip-prinsip metode lebih umum sehingga dapat digunakan dalam pengembangan perkaderan.

Materi-materi yang harus ada dalam setiap perkaderan:
1.    Materi yang bersifat ideologis
2.    Materi yang bersifat wawasan/ pengetahuan
3.    Materi yang bersifat skill; keorganisasian dan kepemimpinan
4.    Materi yang bersifat muatan lokal sesuai dengan kebutuhan

Metode perkaderan IMM dibangun atas dasar dan prinsip-prinsip:
1.    Internalisasi ideologi
2.    Orientasi visi dan misi
3.    Pengembangan bakat dan minat kader
4.    Aplikasi nilai-nilai/ etik
5.    Proses akhlaq karimah

Last Updated ( Thursday, 13 March 2008 )

 

http://diy.imm.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=19&Itemid=49

Ditulis dalam Perkaderan | 3 Komentar »

Misi Anti-Kapitalisme yang Tertunda

Ditulis oleh immfaiuad di/pada Agustus 16, 2008

feuy, sebenarnya blog ini ini awalnya merupakan salah satu dari bagian aksi kita untuk mengampanyekan sikap anti-kapitalisme…tapi ternyata sampai hari ini, rencana itu belum terealisasi dengan baik. semuanya terbentur dengan banyaknya kegiatan pragmatis yang memang harus diselesaikan secepatnya.

mulai dari awal setelah PEMILWA UAD, Kemudian Musycab, hingga kini persiapan Musykom juga sangat mengganggu aktifitas untuk mengisi blog ini. setelah Pemilwa beberapa motor blog ini masuk ke dalam kepengurusan birokrasi mahasiswa di tingkat universitas, sementara pasca musycab. juga beberapa pimpinan masuk ke dalam struktur pimpinan cabang. hah. melelahkan memang duduk di dua institusi yang berbeda. semuanya menuntut kerja yang ekstra, waktu yang luang, serta pikiran yang terbagi. yang jelas kredibilitas kepemimpinan diuji di sini.

begitulah, sulit untuk melepaskan ikatan dunia riil yang melelahkan ini. akan tetapi misi Kapitalisme tetap akan di munculkan kepermukaan. tiada kata untuk terlambat.

(BAyu)

Ditulis dalam pantau | 4 Komentar »

Komisariat Baru

Ditulis oleh immfaiuad di/pada April 24, 2008

setelah melalui berbagai usaha keras dan berkali-kali harus menembus jalur birokrasi, akhirnya bulan maret kemarin IMM FAI UAD bisa menempati ruangan yang dahulunya merupakan Ruang Takmir mesjid Kampus1 UAD.

Ruangan tersebut tepat berada diantara ruangan Ortom Tapak Suci (yang sampai saat ini cuma dianggap sebagai UKM) dan MADAPALA. Kami menempati ruangan yang masih belum diapa-apain kecuali telah diberi karpet dan lemari yang memang sudah ada disana sejak lama. Bahkan sampai tulisan ini dipostingkan kami belum memiliki white board. kesulitan juga sih…akan tetapi sebuah gerakan tentunya tidak seharusnya menyerah begitu saja ketika memang sedang berada di dalam keterbatasan
.

Kami yang sebelumnya bergabung dengan BEM FAI dan DPM FAI, akhirnya bisa bergerak benar-benar di ranah yang seharusnya. Pada dasarnya tidak ada permasalahan personal jika IMM FAI bergabung dengan DPM FAI dan BEM FAI, akan tetapi harus dipahami bahwa IMM memiliki peran yang berbeda di dalam PTM secara khusus, sehingga memiliki pola gerakan dan ideologi organisasi yang berbeda. Selain itu, sangat terasa menyiksa sekali ketika ruangan yang “seadanya” harus ditempati oleh tiga organisasi yang berbeda.

Ada terbersit harapan baru ketika sudah berhasil menempati sekretariat baru. Insya Allah, gerakan bisa lebih massif, khususnya di ranah kemahasiswaan. Keberadaa sekretariat tentunya bukanlah faktor penentu utama bagi mobilitas sebuah gerakan. Namun di sisi lain tidak mungkin memungkiri bahwa sebuah organisasi harus punya “rumah sendiri” jika mereka ingin berbagai kegiatan dengan aman dan nyaman. :-)

(Bayu)

Ditulis dalam pantau | Leave a Comment »

Sedikit Pengalaman Pasar Kotagede…

Ditulis oleh immfaiuad di/pada Januari 9, 2008

   Tadi siang sekitar jam 11-an saya bersama seorang teman pergi ke pasar Kotagede, salah satu pasar yang ada di Kota Yogyakarta yang juga bila kita ke bergera ke utara jalan dari simpang tiga di sisi timur laut jalan kita akan menemui banyak toko yang menjual hasil kerajinan perak (saya pernah mendengar dari sepupu kalau daerah ini jug dikenal dengan julukan “Kota Perak”) . Saya menjumpai fenomena yang lagi-lagi terjadi ketika saya ke sana, kemacetan di jalan  sekitar pasar tersebut, apalagi jalan yang berada di sebelah utara pasar.  Arus kendaraan bermotor yang ramai hilir mudik di sepanjang jalan cukup mengganggu kenyamanan. Ditambah lagi dengan suara klakson yang tidak henti-hentinya dibunyikan oleh pengendara yang mungkin berpikir mereka sibuk dan terburu-buru sehingga mereka lebih pantas didahulukan.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam pantau | Bertanda: , | Leave a Comment »

Refleksi Akhir Tahun Baru Masjid Gedhe Kauman Jogjakarta

Ditulis oleh immfaiuad di/pada Januari 6, 2008

kauman-serambi.jpg

Refleksi Akhir Tahun Baru Masjid Gedhe Kauman Jogjakarta

    Seperti biasa, 31 Januari malam hari setiap tahun, ada prosesi di Masjid Gedhe Kauman yang sayang untuk dilewatkan bagi para aktivis. Begitu juga 31 Januari 2007 tadi malam, seperti biasa, ratusan jamaah memadati serambi Masjid Gedhe Kauman untuk menghadiri ceramah Refleksi Tahun 2007 dengan pembicara langganan: Amien Rais. Beliau datang sekitar jam 21.00 WIB, yang langsung memberikan pidato, setelah pembicara pertama, Dr. Muhammad, merampungkan ceramahnya. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam pantau | Bertanda: | 1 Komentar »