IMM Fakultas Agama Islam UAD

Melawan Kapitalisme Sebagian dari Iman

Arsip untuk November, 2008

IMM UAD, BUBAR!!!!

Ditulis oleh immfaiuad di/pada November 29, 2008

IMM merupakan sebuah gerakan mahasiswa yang selalu menyuarakan nilai-nilai budi luhur yamg tiada jeranya. lagi pula IMM sudah hampir setengah abad umurnya, bagi sebuah Organisasi Mahasiswa merupakan Umur yang sudah tua dan tidak sepantasnya lagi bagi penggeraknya berlalai-lalai dan main-main, karna dengan umur yang tua, ia harus mempersiapkan Kader-kader yang Berkompeten serta Istiqamah dalam menggerakkannya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah yang bergerak dalam rangka, Amar Ma’ruf Nahi Munkar di bidang Keagamaan, Intelektual, dan Kemasyarakatan, yang merupakan perpanjang tanganan Muhammadiyah dalam Berdakwah diranah Mahasiswa, dan salah satu tujuan Muhammadiyah Mendirikan Universitas adalah untuk berdakwah. Maka dari itulah Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta berdiri, didalam sebuah Universitas atau PTM yang berdiri di sana diadakan IMM, sebagai Dinamisator dan kontroling dalam sebuah PTM. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam organisasi | 13 Komentar »

Melawan Akar Kapitalisme

Ditulis oleh immfaiuad di/pada November 14, 2008

Yang dimaksud sebagai akar kapitalisme di sini adalah sekularisme. Mengapa sekularisme? Sebab sekularisme memiliki keturunan bernama liberalisme. Liberalisme inilah yang akan melahirkan kapitalisme. Kapitalisme adalah manifestasi liberalisme dalam ranah ekonomi. Sekularisme juga merupakan akar dari demokrasi (ranah politik), hedonisme (ranah budaya), pragmatisme (dalam system nilai/standar perbuatan), pluralisme dan agnostisme (dalam persoalan teologi), dan lain-lain.

Karena merupakan moyang dari sedemikian banyak paham sesat Barat yang gencar diecer di negeri-negeri kaum Muslimin, maka wajiblah bagi kaum Muslimin untuk mengenali sekularisme, memahami posisinya dalam Islam, serta selanjutnya melakukan perang total terhadapnya. Ini mutlak harus dilakukan, sebab jika seseorang ingin sembuh dari penyakitnya, ia wajib membunuh penyakit hingga ke akar-akarnya. Demikian pula jika dunia hendak terbebas dari kapitalisme, maka ia harus membunuh kapitalisme hingga ke akar-akarnya. Dan hal itu tidak mungkin dilakukan tanpa menghancurkan paham sekularisme.

Secara ‘aqlî, sekularisme tidak dibangun berdasarkan pemikiran yang rasional, sebab ia tidak mampu menjawab secara memuaskan tentang hakikat dari mana manusia dan alam semesta ini berasal. Tak heran jika kemudian orientasi kehidupannya hanya tertuju kepada apa yang tampak berupa materi dan kesenangan dunia, sebab mereka tidak mengetahui ada kehidupan setelah kehidupan dunia ini. barangkali mereka inilah di antara yang dimaksud oleh Firman Allah:

يَعْلَمُونَ ظَاهِرًا مِنَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ عَنِ الْآَخِرَةِ هُمْ غَافِلُونَ
Mereka mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai. (al-Rûm: 7)

Sekularisme secara umum berarti pemisahan agama dari kehidupan. Sekularisme membedakan kehidupan privat dan kehidupan publik dalam arti dan dengan maksud bahwa agama hanya boleh mengatur hal-hal yang bersifat privat. Agama sama sekali tak boleh digunakan untuk mengatur kehidupan umum. Segala hal yang berbau agama dalam kehidupan publik adalah terlarang.

Praktisnya, misalnya, bunga bank tidak boleh dilarang hanya karena agama melarangnya. Sebaliknya, tidak menutup aurat dalam wilayah public adalah boleh (bahkan kalau perlu, orang-orang yang ingin menutup aurat harus dilarang) meskipun agama mewajibkannya. Karenanya, dapat dikatakan bahwa sekularisme mengajarkan kepada manusia untuk melepaskan ajaran agama dari sebagian besar aktivitas kehidupannya. Hal ini sangat bertentangan dengan fitrah manusia, serta menyalahi tujuan penciptaan manusia itu sendiri, yaitu mengabdi kepada Allah Ta’ala. Islam mengajarkan bahwa setiap gerak hati dan anggota badan manusia hendaknya senantiasa ditujukan semata-mata karena dan berdasarkan aturan Allah.

Allah Ta’âlâ berfirman:

قُلْ إِنَّ صَلاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ .لا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ
Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagiNya; dan demikian Itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)”

Dengan demikian, wajib bagi segenap kaum Muslimin untuk mengumumkan perang total terhadap sekularisme.

Bantul, 28 Syawwâl 1429 H

Ditulis dalam ideologi, islam | Leave a Comment »